Share |

UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA
MELALUI PENDEKATAN BELAJAR TUNTAS
(Mastery Learning)

(PTK Pembelajaran Matematika Di Kelas V SD Negeri 1 Guwo)
Oleh:SURADI/A410020006
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan data yaitu usaha-usaha guru
untuk meningkatkan minat belajar siswa tentang, perasaan senang, perhatian,
kemauan, konsentrasi, dan kesadaran siswa terhadap pembelajaran matematika.
Subjek penerima tindakan adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Guwo yang berjumlah
26 siswa, subjek pelaksana tindakan adalah guru SD kelas V dan subjek yang
membantu pelaksana adalah peneliti dan kepala sekolah.
Analisis data secara
deskriptif kualitatif dengan presentase dan model alur. Hasil penelitian tindakan
kelas ini adalah :1) usaha meningkatkan minat belajar siswa dilakukan melalui
pembenahan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi belajar, 2) peningkatan minat
belajar siswa tentang; perasaan senang siswa ada peningkatan yaitu sebelum ada
penelitian tindakan siswa yang senang dengan pelajaran matematika sekitar 30,76%
pada putaran I 50,00%, pada putaran II 61,53%, dan pada putaran III 76,92%
perhatian siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum ada penelitian tindakan siswa
yang perhatian dalam pelajaran matematika 42,30%, pada putaran I 57,69%, pada
putaran II 73,03%, pada putaran III 80,76%, kemauan siswa ada peningkatan yaitu
sebelum penelitian tindakan siswa yang ada kemauan untuk belajar matematika
23,67%, pada putaran I 38,46%, pada putaran II 65,38%, dan putaran III 73,03%,
konsentrasi siswa mengalami peningkatan yaitu sebelum ada penelitian tindakan
siswa yang konsentrasi dalam pelajaran matematika 19,23%, pada putaran I 46,15%,
pada putran II 57,69%, dan pada putaran III 69,23%, dan kesadaran siswa mengalami
peningkatan sebelum ada penelitian tindakan siswa yang sadar dalam pelajaran
matematika 26,92%, pada putaran I 58,84%, putaran II 61,53%, dan putaran III
88,46%.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu diantara masalah besar dalam bidang pendidikan diindonesia
yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin
dari rendahnya rata-rata prestasi belajar. Masalah lain dalam pendidikan di
Indonesia yang juga yang banyak diperbincangkan adalah bahwa pendekatan
dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher center). Guru
banyak menempatkan siswa sebagai objek dan bukan sebagai subjek didik.
Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan pada siswa Dallam berbagai
mata pelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik
(menyeluruh), kreatif, objektif, dan logis. Belum memanfaatkan quantum
learning sebagai salah satu paradigma menarik dealam pembelajaran, serta
kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual.
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan
satu sama lain. Belajar menunjukkan kepada apa yang harus dilakukan seseorang
sebagai penerima pelajaran (siswa), sedangkan mengajar menunjukkan kepada
apa yang harus dilakukan oleh seorang guru yang menjadi pengajar. Jadi belajar
mengajar merupakan proses interaksi antara guru dan siswa pada saat proses
pengajaran. Proses pengajaran akan berhasil, selain ditentukan oleh kemampuan
guru dalam menentukan metode dan alat yang digunakan dalam pengajaran, juga
ditentukan oleh minat belajar siswa.
Rendahnya prestasi belajar siswa dikarenakan guru dalam menerangkan
materi matematika kurang jelas dan kurang menarik perhatian siswa dan pada
umumnya guru terlalu cepat dalam menenrangkan materi pelajaran. Disamping
itu penggunaan metode pengajaran yang salah. Sehingga siswa dalam memahami
dan menguasai materi masih kurang dan nilai yang diperoleh siswa cenderung
rendah. Selain itu faktor-faktor lain yang mempengaruhi kelemahan belajar
matematika kelas V SDN Guwo adalah (1) Siswa tidak mampu menguasai
hubungan antar konsep, (2) Siswa kurang memperhatikan materi yang diberikan
guru, (3) Siswa kurang mengerjakan latihan-latihan soal, (4) Siswa malu bertanya
tentang materi yang belum dimengerti.
Masalah - masalah diatas merupakan masalah – masalah pendekatan
pembelajaran, belum lagi masalah - masalah dari siswa itu sendiri, seperti
kurangnya minat siswa dalam belajar. Terutama pada pelajaran matematika,
mengingat pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang terkenal sulit
dan memerlukan logika berpikir yang tinggi, selain itu juga dikhawatirkan
aktifitas belajar matematika terganggu, jika suasana pembelajaran matematika
tidak menyenangkan.
Pelajaran matematika bagi sebagian besar siswa adalah mata pelajaran
yang sulit, ini merupakan masalah utama yang dihadapi para guru matematika.
Rendahnya minat belajar matematika karena adanya berbagai cap negatif telah
melekat di benak siswa berkenaan dengan pelajaran matematika, yang bisa jadi
itu semua dimunculkan dari guru baik secara langsung maupun tidak langsung,
disadari atau tidak disadari.
Faktor lain yang menyebabkan kecilnya minat siswa terhadap pelajaran
matematika adalah metode maupun pendekatan pembelajaran yang digunakan
oleh guru. Selain itu, pada setiap proses pembelajaran siswa hanya belajar dengan
cara mendengarkan ceramah dan mencatat sehingga proses belajar dikelas terasa
kurang menarik dan membosankan. Kurang menariknya proses pembelajaran
tersebut mengakibatkan berkurangnya minat belajar siswa terutama pada
pelajaran matematika. Pada akhirnya kurangnya pula minat belajar siswa tersebut
menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya prestasi belajar.
Disamping itu diperlukan juga adanya minat belajar matematika yang
tinggi dalam diri para peserta didik.karena minat belajar ini sangat menentukan
sukses atau tidaknya kegiatan seseorang, peningkatan minat belajar matematika
ini sangat diperlukan, mengingt bahwa prestasi belajar pada umumnya meningkat
jika minat belajar bertambah.
Minat belajar merupakan salah satu pengaruh besar terhadap aktivitas
belajar.proses belajar akan berjalan lancer bila disertai dengan minat. Minat
merupakan alat motivasi yang utama yang dapat meningkatkan belajar siswa agar
pelajaran yang diberikan mudah diterima dan dipahami.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2002 : 133) ada beberapa cara yang
dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa sebagai berikut :
a. Membandingkan adanya suatu kebutuhan pada diri siswa, sehingga dia rela
belajar tanpa paksaan.
b. Menghubungkan bahan pelajaran yang diberikan, dengan persoalan
pengalaman yang dimiliki siswa, sehingga siswa mudah menerima bahan
pelajaran.
c. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang
baik dengan cara menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondosif.
d. Menggunakan berbagai macam bentuk dan teknik mengajar dalam konteks
perbedaan individual siswa.
Demikian juga proses pendidikan dalam sistem persekolahan kita,
umumnya belum menerapkan pembelajaran sampai anak menguasai materi
pelajaran secara tuntas akibatnya, tidak aneh bila banyak siswa yang tdak
menguasai materi pelajaran,meskipun sudah dinyatakan tamat dari sekolahan
tidak heran pula, kalau mutu pendidikan secara nasional masih rendah.sistem
persekolahan yang tidak memberikan pembelajaran secara tuntas, ini telah
menyebabkan pemborosan anggaran pendidikan.
Salah satu cara untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran
matematika adalah melalui pendekatan belajar tuntas (mastery learning).untuk
dapat melksanakan pembelajaran matematika dengan pendekatan belajar tuntas
untuk meningkatkan minat siswa, perlu adanya kerja sama antara guru
matematika dan peneliti yaitu melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Proses
PTK ini memberikan kesempatan kepada peneliti dan guru matematika untuk
mengidentifikasi masalah – masalah pembelajaran disekolah sehingga dapat
dikaji, ditingkatkan dan dituntaskan.dengan demikian proses pembelajaran
matematika disekolah yang menerapkan pembelajaran dengan melalui
pendekatan belajar tuntas, diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa
dan prestasi belajar matematika siswa.
B. Perumusan dan Pemecahan Masalah
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas ,maka
permasalahan umum yang dicari jawabannya melalui penelitian ini
dirumuskan :
a. Bagaimana proses pembelajaran matematika dengan pendekatan belajar
tuntas (mastery learning) dilakukan oleh guru untuk meningkatkan minat
belajar siswa ?
b. Apakah ada peningkatan minat belajar siswa selama proses pembelajaran
matematika melalui pendektan belajar tuntas ?
2. Pemecahan Masalah.
Keberhasilan “Peningkatan Minat dalam Pembelajaran Matematika”
pada PTK ini ditentukan dari peningkatan sikap belajar yaitu perasaan
senang, perhatian, konsentrasi, kesadaran, dan kemauan siswa dalam proses
belajar. Tindakan guru dalam pembelajaran untuk meningkatkan minat
belajar siswa adalah: a). Menggunakan pola pembelajaran dengan kombinasi
klasikal, kelompok, dan individual, b) Memberitahukan tujuan pembelajaran
inti materi ajaran kegiatan yang akan dilkukan, c) Menyampaikan materi ajar
secara sistematis dan jelas sesuai dengan pendekatan belajar tuntas, d)
Memberikan petunjuk dan langkah – langkah pengerjaan pada setiap soal
yang dianggap sulit, e) Selalu mengingatkan siswa untuk mengulangi materi
ajar yang akan dibahas, f) Mendorong semangat belajar siswa agar
menumbuhkan minat belajar, g) Menciptakan iklim yang kondusif, sehingga
mampu mendorong siswa untuk aktif belajar, h) Mendorong siswa untuk
saling belajar dan mengajar dalam suatu kelompok.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1) untuk
mendiskripsikan bagaimana proses pembelajaran matematika pada sub pokok
bahasan volume dengan pendekatan belajar tuntas (mastery learning), 2) untuk
meningkatkan minat belajar siswa yang dibatasi oleh perasaan senang, perhatian,
kemauan, konsentrasi dan kesadaran siswa dalam pembelajaran matematika.
D. Manfaat Penelitian
Sebagai penelitian tindakan kelas, penelitian ini memberikan manfaat
konseptual utamanya pada pembelajaran, disamping itu juga kepada penelitian
minat belajar siswa dan hasil pembelajaran matematika.
1. Manfaat Teoritis.
Secara umum hasil penelitian diharapkan secara teoritis dapat
memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika, utamanya pada
peningkatan minat belajar siswa melalui pendekatan belajar tuntas dalm
pembelajaran matematika.
Mengingat pentingnya pendekatan belajar tuntas dalam pembelajaran
metematika dan peranannya cukup besar bagi siswa dalam hal
menumbuhkan minat belajar matematika, oleh karenanya wajar jika guru
mempunyai keyakinan untuk menerapkannya pada pembelajaran matematika.
Secara khusus, penelitian ini memberikan kontribusi pada strategi
pembelajaran mmatematika berupa pergeseran dan pembelajaran yang hanya
mementingkan hasil kepembelajaran yang juga mementingkan prosesnya,
karena dalam pembelajaran KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)
disarankan untuk menggunakan paradigama belajar yang menunjukkan
kepada proses untuk meningkatkan hasil.
2. Manfaat Praktis.
Pada manfaat praktis, penelitian ini memberikan sumbangan bagi guru
matematika dan siswa. Bagi guru matematika, belajar tuntas dapat digunakan
untuk menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif dan kreatif.Bagi siswa,
proses pembelajaran ini dapat meningkatkan minat belajar dan prestasi
belajar siswa dalam bidang matematika.
Ahmad Rohani, Abu Ahmadi. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakart:Rineka Cipta.
1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakart: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Moedjiono, Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Moeleong. 1990. Metodologi Penelitian. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Riyadi, Slamet. 2005. Pengaruh Pendekatan Masalah Terhadap Prestasi Belajar
Matematika Di Tinjau Dari Minat Belajar Siswa. Surakarta: UMS (tidak
dterbitkan).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rohani, Abu Ahmadi. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakart:
Rineka Cipta.
1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakart:
Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Moedjiono, Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Moeleong. 1990. Metodologi Penelitian. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Riyadi, Slamet. 2005. Pengaruh Pendekatan Masalah Terhadap Prestasi Belajar
Matematika Di Tinjau Dari Minat Belajar Siswa. Surakarta: UMS (tidak
dterbitkan).
Suryanti, Tri Enik. 2004. Eksperimentasi Pengajaran Matematika Dengan
Menggunakan Media Pembelajaran Di Tinjau Dari Minat Belajar Siswa.
Surakarta : UMS (tidak diterbitkan).
Sutama. 2000. Peningkatan Efektivitas Belajar Matematika Melalui Pembenahan
Gaya Belajar Guru Di SLTP Negeri 18 Surakarta. Tesis Magister PPS.
UNY (tidak diterbitkan)
Suwasih Madya. 1994. Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta: Lembaga
Penelitian IKIP Yogyakarta.
Syaiful, Sagala. 1990. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV.
ALFABETA.
Tim. 2004. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta : UMS
Wasty Sumanto. 1995.Psikologi Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.