Share |

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN
LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU

DI SMA NEGERI KABUPATEN WONOGIRI
TAHUN 2004
Oleh:SUPARNO
Abstrak
The problem faced by Indonesian right now is a low quality of education, so it
influences with the low quality of Indonesian human resources. One of ways to
improve education quality is by empowering work quality of the teachers. There are
many things concerning with work quality of the teachers, one of them is a leadership
of headmaster and work environment.
The ojective of the research is to find out the influence headmaster leadership
concerning with work quality of the teacher the influence of work environment
concerning with teacher work quality and the influence headmaster’s leadership and
work environment concerning with work quality of the teacher in SMA (State
School) in Wonogiri regency, 2004 academic year.
This research based on expost fact design, by using questionnaire which tested
its validity and reability before. The writer took sample randomly 20% to 25% for all
the teachers in of SMA (State School) Wonogiri Regency.
The result of hypothesis test simultanously between the leadership of the
headmaster and work environment with work quality of the teachers showed that
significancy score ( P ) = 0,000 < 5% and F ( c ) = 67,883, wherears F (table) ( 1% ) = 4,80 and F (table) ( 5% ) = 3,080, so F ( c ) > F (table) ( 1% ) > F (table) ( 5% ), where as its
regression equality Y = 18,931 + 0,271 X1 + 0,555 X2. The result of hypothesis test
partially, between the leadership of the headmaster concerning with work quality of
the teacher obtained significantly ( P ) = 0,017 < 0,05 and t ( c ) = 2,437 whereas t (table) = 1,980 so t ( c ) > t (table). The result of hyphothesis test, between work
environment concerning with work quality of the teacher obtained significantly
( P ) = 0,000 < 0,05 and t ( c ) = 6,274, t (table) = 1,980 so t ( c ) > t (table).
Based on the result of the hyphothesis test, it can be proved that there is a
positif of the headmaster concerning with work quality of the teachers between work
environment concerning with work quality of the teacher also between the leadership
of the headmaster and work quality of the teacher in SMA (State School) Wonogiri
regency 2004 academic year.
The contribution of relativeness and effectiveness the headmaster leadership
concerning with work quality of the teacher is 25,06% and 14,26%, the contribution
of relativeness and effectiveness work environment concerning with work quality of
the teacher is 34,57% and 19,67%, whereas the contribution of relativeness and
effectiveness simultaneously the leadership of the headmaster and work environment
concerning with work quality of the teacher is 59,63% and 33,93%.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu permasalahan bangsa Indonesia yang sampai saat ini adalah
rendahnya mutu pendidikan. Pada setiap jenjang dan satuan pendidikan,
khususnya pendidikan dasar dan menengah.
Dari hasil survey UNDP (United Nation Development Program) tahun
2003 menunjukkan bahwa Indonesia terletak pada rangking 106 dari 112 negara
yang disurvei dalam peringkat Human Development Index (HDI), berdasarkan
xviii
peringkat tersebut sumber daya manusia Indonesia berada satu tingkat di atas
Bangkok dan berada di bawah Vietnam. Menurut survei The Political Economic
Risk Concultation (PERC) melaporkan bahwa Indonesia berada di peringkat ke-
12 dari 12 negara yang disurvei, juga satu peringkat di bawah Vietnam.
Dari kenyataan tersebut merupakan tantangan yang perlu dihadapi bagi
bangsa Indonesia untuk meningkatkan sumber daya manusia apalagi memasuki
era persaingan sebagai konsekuensi dari globalisasi. Salah satu strategi kebijakan
pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia adalah melalui
peningkatan mutu pendidikan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional
yaitu meningkatkan kwalitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, bekerja
keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat
jasmani dan rohani.
Seperti halnya pada sambutan Menteri Pendidikan Nasional saat
1
memperingati Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2003, beliau mengatakan
bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan proses pembangunan peradaban
bangsa, oleh karena itu pendidikan harus berfungsi pada konsep pertumbuhan,
pengembangan pemahaman dan kelangsungannya, maka penyelenggaraan
pendidikan harus dikelola secara dinamis dan profesional.
Mengingat sangat pentingnya peran pendidikan dalam meningkatkan
sumber daya manusia dan proses pembangunan peradaban bangsa maka bidang
pendidikan perlu memiliki suatu sistem pendidikan nasional yang mantap yang
xix
dapat digunakan sebagai pedoman dan pegangan sehingga mampu menjawab
kebutuhan masyarakat dan tantangan jaman.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya pada pendidikan dasar
dan menengah, berbagai usaha telah dilakukan antara lain melalui berbagai
pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran,
perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan mutu manajemen
sekolah, namun demikian berbagai indikator mutu pendidikan belum
menunjukkan peningkatan secara merata.
Menurut Direktorat Dikmenum (2001:3) ada tiga faktor yang menyebab-
kan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara merata yaitu :
1. Kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan
pendekatan input – output analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.
Pendekatan ini menganggap bahwa dengan dipenuhinya input (masukan)
selain siswa ada pelatihan guru, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan,
pengadaan buku dan alat pelajaran maka output akan baik, tanpa memandang
proses pendidikan, padahal proses pendidikan sangat menentukan output
pendidikan.
2. Penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara birokratik, sentralistik,
sehingga mendapatkan sekolah sebagai penyelenggaraan pendidikan sangat
tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur sangat panjang
sehingga keputusan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan keadaan di
lapangan. Dari faktor inilah akhirnya sekolah tidak memiliki kemandirian,
xx
motivasi atau inisiatif untuk mengembangkan sekolah untuk meningkatkan
mutu pendidikan, semua tergantung dari pusat.
3. Peran serta masyarakat khususnya orang tua sangat minim. Partisipasi
pada umumnya hanya terletak pada dana bukan pada proses pendidikan,
proses pendidikan semuanya diserahkan pada sekolah.
Dari ketiga alasan tersebut maka untuk meningkatkan mutu pendidikan
pemerintah menerapkan modal manajemen yang disebut sebagai Manajemen
Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS).
Disamping adanya pembaharuan manajemen perlu juga diperhatikan
beberapa hal yang sangat erat kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan
yang perlu mendapat perhatian, diantaranya adalah :
1. Kurikulum
Supaya anak didik mendapat ilmu pengetahuan yang sesuai dengan
perkembangan zaman maka lembaga pendidikan haruslah selalu mengevaluasi
dan memperbarui kurikulum yang digunakan di sekolah. Dengan adanya
pembaharuan kurikulum ini diharapkan anak didik memperoleh ilmu
pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan perkembangan dan
kemajuan zaman. Hal tersebut telah dilakukan oleh pemerintah (Depdiknas)
dalam kurun waktu 10 tahun.
2. Kepemimpinan Kepala Sekolah
Dalam rangka mengupayakan peningkatan mutu pendidikan, kepemimpinan
kepala sekolah sangat memainkan peranan penting dan menentukan pola
xxi
kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh, bahkan sangat menentukan
terhadap kemajuan sekolah.
3. Sarana dan Prasarana Sekolah
Supaya kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, maka sekolah perlu
mengupayakan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga diharapkan
pelaksanaan kegiatan mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien.
4. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja adalah keadaan sekitar tempat kerja baik secara fisik
maupun non fisik. Lingkungan kerja yang menyenangkan, mengamankan dan
menenteramkan sangat diperlukan, sehingga diharapkan dalam kegiatan
belajar mengajar dapat berjalan secara optimal sehingga dapat meningkatkan
mutu pendidikan.
5. Tenaga Kependidikan
a. Guru
Guru adalah salah satu faktor yang dominan dalam menentukan
keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu guru harus memiliki kemampuan
dasar dalam melaksanakan tugasnya yaitu mempunyai dasar keilmuan,
kewenangan profesionalisme yang diakui, pengakuan keabsahan
kewenangan oleh masyarakat, mempunyai kode etik dan kebudayaan
profesi. Seorang guru yang profesional dalam melaksanakan tugasnya
harus bertumpuan pada teori tertentu, yang berfungsi sebagai alat maupun
pedoman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
b. Karyawan
xxii
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan penyelesaian
administrasi sangat diperlukan bantuan karyawan yang memadai, sehingga
segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar dapat
terlayani. Dengan tersedianya karyawan yang mumpuni akan membantu
kelancaran proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.
6. Kesejahteraan
Pengamatan selama ini memberikan kesan bahwa belum semua orang
mengetahui, menyadari dan mempunyai komitmen untuk ikut meningkatkan
kehormatan dan mutu guru, misalnya peran guru masih dipandang sebelah
mata, kesempatan untuk belajar kurang, bahkan kesalahan pendidikan selalu
dilimpahkan pada guru. Minimnya gaji guru mencerminkan bahwa guru
belum dipandang sebagai tenaga profesional dalam bidang pendidikan
melainkan dipandang sebagai pegawai biasa, oleh karenanya maka perhatian
pemerintah terhadap kesejahteraan guru sangat diharapkan agar dalam
melaksanakan tugasnya guru tidak terbebani oleh faktor lain yang diakibatkan
kurangnya kesejahteraan atau minimnya gaji, sebab kinerja guru dalam proses
kegiatan belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan pendidikan untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Hal-hal yang telah dikemukakan di atas
sangat memegang peranan, satu dan yang lain saling berkiatan. Karena
luasnya permasalahan maka penulis hanya akan meneliti tentang pengaruh
Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Guru
di SMA Negeri Kabupaten Wonogiri.
xxiii
B. Rumusan Masalah
Dari uraian yang telah penulis kemukakan di atas dapat disimpulkan
bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan ada beberapa faktor yang terkait
yaitu manajemen, kurikulum, kepala sekolah, sarana dan prasarana, lingkungan
kerja, guru, karyawan dan kesejahteraan.
Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai apabila proses pengajaran
berjalan dengan baik. Dalam proses pengajaran, kinerja guru sangat menentukan
keberhasilan peningkatan mutu pendidikan yang ditunjang oleh faktor-faktor yang
terkait. Dari beberapa faktor yang berkaitan dengan kinerja guru seperti yang
penulis jelaskan, maka dalam penelitian ini penulis hanya akan meneliti
permasalahan-permasalahan sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di
SMA Negeri Kabupaten Wonogiri ?
2. Adakah pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri
Kabupaten Wonogiri ?
3. Adakah pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan kerja
terhadap kinerja guru di SMA Negeri Kabupaten Wonogiri ?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja
guru di SMA Negeri Kabupaten Wonogiri.
2. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja guru di SMA
Negeri Kabupaten Wonogiri.
xxiv
3. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan lingkungan
kerja terhadap kinerja guru di SMA Negeri Kabupaten Wonogiri.
D. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini secara umum diharapkan dapat memberi
gambaran tentang pelaksanaan pembinaan profesional di lingkungan pendidikan
sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.
Sedangkan secara khusus hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :
1. Bagi Kepala Sekolah
Untuk dapat digunakan sebagai bahan perrtimbangan dan acuan dalam
kepemimpinannya, dalam usaha untuk meningkatkan kinerja guru.
2. Bagi Guru
Sebagai masukan dalam membuat kebijakan dalam rangka peningkatan mutu
pendidikan.
3. Sebagai bahan perbendaharaan perpustakaan pada instansi terkait untuk
mengadakan penelitian selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
A. Soedmo Hadi, (2005), Pendidikan (Suatu Pengantar), Surakarta, UNS Press.
Agus Ahyari, (1987), Manajemen Produksi I, Jakarta, Komunike Universitas
Terbuka.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1997), Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Jakarta, Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional, (2001), Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis
Sekolah, Jakarta, Dirdikmenum.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1999), Panduan Manajemen Sekolah,
Jakarta, Dirdikmenum.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1993), Kepemimpinan Kepala Sekolah,
Jakarta, Dirdikmenum.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, (1994), Bahan Penataran P4 Bagi Siswa,
Jakarta, Proyek Pembinaan Pendidikan Pancasila.
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah, (2002), Materi Penataran
Kepala Sekolah (SMU dan MA), Semarang, Proyek Peningkatan Mutu Tenaga
Kependidikan dan Non Kependidikan Pendidikan Menengah.
Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana, (2001), Total Quality Manajemen, Yogyakarta,
Andi.
Fardia Yusuf Tayibnapis, (2000), Evaluasi Program, Jakarta, PT. Rineka Cipta.
Handoko Hani, (1989), Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia,
Yogyakarta, BPFE Yogyakarta.
Henry Simamora, (1995) Managemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta, STIE
YKPN.
Imam Gozali, (2001), Aplikasi Analisis Multi Variate Dengan Program SPSS,
Semarang, Universitas Diponegoro.
Mohammad Surya, (2003), Percikan Perjuangan Guru, Semarang, CV. Aneka Ilmu.
Miftah Thoha, (2002), Perilaku Organisasi, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada.
Mulyasa, E, (2004), Menjadi Kepala Sekolah Profesional, Bandung, PT Remaja
Rosda Karya.
Nanang Fattah, (2001), Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung, PT Remaja
Rosda Karya.
Singgih Santosa, (2001), SPSS Versi 10,0 Mengolah Data Statistik Secara
Profesional, Jakarta, Elex Media Komputindo.
Sugiyono, (2004), Metode Penelitian Administrasi, Bandung, CV Alfabeta.
Sugiyono & Ery Wibowo, (2002), Statistik dan Aplikasinya dengan SPSS 10.0 for
Windows, Bandung, Alfabeta.
Suharsimi Arikunto, (1999), Prosedur Penelitian, Jakarta, Rineka Cipta.
Wahdjo Sumidjo, (2002), Kepemimpinan Kepala Sekolah, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada.