Tampilkan postingan dengan label 2004. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2004. Tampilkan semua postingan

Magister Hukum 2004

Number of items: 2.

I

INDARTO, SRI JOKO (2004) AMANDEMEN UUD 1945 SEBAGAI CERMINAN NEGARA HUKUM YANG DEMOKRATIS. Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

S

SUSILOWATI , DWI (2004) IMPLIKASI FILOSOFIS, YURIDIS DAN SOSIOLOGIS DARI BERLAKUNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 10 TAHUN 1979 ( Study kasus Pemerintah Kabupaten Wonogiri). Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta .

Selengkapnya.....

BATIK CLUB DI SURAKARTA (Gelanggang Olahraga, Seni dan Budaya)

oleh: Budianto, Ricky
Abstrak

Kesibukan yang telah dijalani oleh kalangan pengusaha batik, memerlukan adanya selingan suasana yang tetap dalam satu koordinasi yang terkontrol, ataupun jenjang komunikasi non formal dapat diwujudkan dengan adanya suatu desain fisik yang rekreatif dan nyaman seperti halnya suatu Club

Surakarta yang diketahui sebagai sentra batik di Jawa Tengah memiliki potensi untuk mewujudkan hal tersebut. Ditambah lagi dengan banyaknya kegiatan para pengusaha batik di Surakarta yang ada hubungannya dengan relaksasi, baik itu olahraga, atau seni budaya masih dilakukan pada tempat atau wadah yang berbeda-beda. Batik Club sebagai tempat untuk berkumpul, berrelaksasi dan berkomunikasi bagi para pengusaha batik di Surakarta menuntut adanya tingkat kenyamanan, baik secara fisik maupun non fisik. Batik Club di Surakarta diharapkan dapat memberikan suatu wadah yang mampu memadukan semua kegiatan relaksasi para pengusaha batik, dan bisa dijadikan sebagai jembatan komunikasi antar sesama aanggotanya.
DAFTAR PUSTAKA
- Chaira, De, J, 1994, Standar Perancangan Tapak, Erlangga, Jakarta
- Doelle, L,Leslie, 1985, Akustik Lingkungan, Erlangga, Jakarta
- Neufert, E, 1989, Data Arsitek Edisi Satu dan Dua, Erlangga, Jakarta
- Schodek, L, Daniel, 1980, Structures, Prentice – Hall, New Jersey
- Schueller, W, Prof., 1983, Horizontal-Span Building Structures, John Willey
and Sons, New York
- Suptandar, Pramuji, J, 1999, Desain Interior, Djambatan, Jakarta
- Wang, C, Thomas, 1996, Plan and Section Drawing, ITP, Germany
- White, T, Edward, 1985, Buku Sumber Konsep, Intermedia, Bandung
1993-2013, RDTRK Kodya Surakarta Bagian Selatan,. Kodya
Surakarta, Surakarta
1993-2013, RUTRK Kodya Surakarta, Kodya Surakarta, Surakarta
2003, Tentang Batik Solo, Litbang Kompas, Jakarta
2004, Olahraga di Surakarta, Dinas Olahraga Surakarta, Surakarta
2004, Pariwisata, Seni dan Budaya, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya
Kota Surakarta, Surakarta
2004, Industri Kota Surakarta, Dinas Perindustrian Kota Surakarta,
Surakarta
2001, Seni, www.detik.com.2002, Batik, www.jawaplace.com

Selengkapnya.....

SEKOLAH DASAR INTERNASIONAL DI JAKARTA

oleh: LESIAWATY, IKA
Abstrak

Jakarta sebagai ibukota negara yang merupakan pusat kegiatan perekonomian dan politik di Indonesia, memiliki banyak penduduk warga negara asing dari berbagai negara yang bertugas dan bekerja di Jakarta. Warga negara asing tersebut bertugas di Jakarta dalam rangka waktu yang cukup lama sebagai anggota perwakilan diplomatik, teknisi pada pemerintahan RI, teknisi pada perusahaan asing di Indonesia ataupun anggota perwakilan lain.

Berdasarkan statistik DKI Jakarta tahun 2000 bahwa warga negara asing yang ada di Jakarta berjumlah 5.234 jiwa. Dari jumlah tersebut 445 jiwa (31%) berusia 7-11 tahun atau seusia sekolah dasar. Keberadaan anak warga negara asing tersebut karena mengikuti orang tua mereka. Untuk mendukung kebutuhan pendidikan bagi anak-anak tersebut perlu disediakan sarana pendidikan yang berupa sekolah dasar internasional. Sekolah dasar internasional yang disediakan harus sesuai dengan karakter anak yang ditampung dan kegiatan yang akan diwadahi, dapat menampung siswasiswa dari berbagai negara di seluruh dunia dan sebagai salah satu sarana pengenalan kekayaan alam Indonesia serta berkesan informal dan ramah, bebas-disiplin, aktifkreatif, akrab dan mandiri sehingga anak-anak WNA tersebut merasa nyaman, aman, aktif dan kreatif. Untuk itu direncanakan sekolah dasar internasional yang dapat memenuhi kriteria di atas dengan bentuk bangunan berkesan modern, disesuaikan dengan karakter siswa yang diwadahi dan iklim tropis Indonesia yang direncanakan berlokasi di Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu dan Nur Uhbayati, 1991, Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta.
Arkonim Consultants, 1995, Presentasi Proyek Sekolah Citra Bakti, PT. Citraland
Surya, Jakarta.
Brubaker, William C, dkk, 1998, Planning and DesigningSchool, Mc Graw-Hill,
New York
D.K. Ching, Francis, 1971, Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Susunannya, Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1960, Pendidikan, Pengajaran dan
Pengawasan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 155, PN. Balai
Pustaka, Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1975, Pedoman Pelaksanaan Pendirian
dan Penyelenggaraan Sekolah Perwakilan Diplomatik, Sekolah Gabungan
Perwakilan Diplomatik dan Sekolah Internasional di Indonesia No.
0184/O/1975, PN. Balai Pustaka, Jakarta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1988, Kurikulum Sekolah Menengah
Umum, Landasan, Program dan Pengembangan, PN. Balai Pustaka, Jakarta.
Doelle, Leslie L, 1985, Akustik Lingkungan, Erlangga, Jakarta.
Institute of America, 1971, The New Glorier Webster International Dictionary of
English Language, Volume II, The English Language Institute of America,
Amerika.
Kartini, Kartono, 1982, Perkembangan Anak, Bandung.
Menteri Luar Negeri, Menteri P dan K, dan Menteri Keuangan RI, 1975, Keputusan
Bersama Menteri Luar Negeri (No. SP/817/PD/XI/75), Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan (No. 060/O/1975) dan Menteri Keuangan (No. KEP. 354a/
II/4/1975), Jakarta.
Parke, Ross D, 1986, Child Psychology, Mc.Graw-Hill, Singapore.
Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, 2000, Jakarta dalam Tahun 2000, Jakarta.
Rajak Husain, Abdul, 1995, Penyelenggaraan Sistim Pendidikan Nasional, CV.
Aneka, Jakarta.

Selengkapnya.....

REVITALISASI OBYEK WISATA PEMANDIAN PENGGING DI BOYOLALI SEBAGAI TEMPAT REKREASI DAN OLAHRAGA

oleh: PRIHATNO, DWI
Abstrak

Industri pariwisata merupakan industri terbesar di dunia, salah satu industri jasa yang paling cepat pertumbuhannya. Organisasi Pariwisata Dunia dalam skala global memperkirakan rata-rata pertumbuhan kedatangan wisatawan yang melintasi perbatasan negara setiap tahunnya antara 4 % hingga 5,5 % untuk kurun waktu 20 tahun mendatang. Beragam kecenderungan dalam permintaan dan persediaan pariwisata mendasari rasa optimis itu. Meskipun terdapat hambatan dalam melakukan perjalanan wisata, pariwisata tetap akan tumbuh.

Pertumbuhannya mungkin dalam bentuk yang berbeda seperti apa yang akan kita alami sekarang. Prospek perkembangan pariwisata di Indonesia akan semakin cerah jika dilihat dari proyeksi kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2010 akan mencapai 11.100.000 wisatawan, sehingga tidak mengherankan jika sektor pariwisata menjadi penghasil devisa negara nomor ketiga setelah migas dan tekstil. Dengan demikian akhirnya pariwisata mampu memberikan konstribusi bagi pembangunan bangsa dan negara. Hal ini sesuai dengan program pemerintah dengan adanya Otonomi Daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, obyek wisata pemandian Pengging terletak di Desa Dukuh Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali berjarak 12 Km disebelah timur Kota Boyolali atau 17 Km dari sebelah barat Kota Surakarta. Lokasi obyek wisata Pengging agak masuk dari jalan raya lintas selatan Kartosuro – Sawit – Pengging – Boyolali. Lokasi berada pada pola lingkungan yang sudah permanent dengan beberapa fasilitas pendukung, diantaranya dekat dengan pemukiman penduduk, masjid Jamil dan pasar tradisional di sebelah utara obyek wisata pemandian Pengging. Potensi yang ada di obyek wisata pemandian Pengging diantaranya Umbul Manten, Umbul Ngabean, Umbul Dudo, lapangan tennis dan warung apung. Jadi dalam rangka untuk menerima kunjungan wisatawan yang akan datang ke obyek wisata pemandian Pengging, atraksi wisata yang telah ada tetap dipertahankan dan cuma menambahkan beberapa atraksi wisata serta juga menambahkan beberapa atraksi wisata lainya diharapkan dengan bertambahnya atraksi wisata yang lain pengunjung yang akan datang ke obyek wisata pemandian Pengging di berikan pilihan beberapa atraksi wisata sesuai dengan hobi para pengunjung. Maka untuk dapat mewujudkan itu semua di perlukan penekanan terhadap beberapa atraksi wisata yang telah ada dan pengembangan atraksi wisata yang baru dalam upaya pengembangan obyek wisata pemandian Pengging.

DAFTAR PUSTAKA
Baskoro Eddy, 2000, Selayang Pandang Obyek Wisata Pemandian Pengging.
Boud-Bovy, Manuel And Lawson, Fred, Tourism And Recreation Development : A
Hand Book Of Physical Planning, Boston : CBI Publiser, 1997.
Cerver, Francisco Assesio, Enviromental Restoration, Arco Editorial, S. A., 1992.
De Chiara, Joseph Dan Koppelman, Lee. E., Standart Perancangan Tapak, Erlangga,
Jakarta, 1994.
De Chiara, Joseph, Time Saver Standart For Building Types, Mc Graw Book
Company, New York, 1980.
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Boyolali, 2001.
Dinas Perencanaan Daerah Boyolali, 2001.
Hakim Rustam, Ir., Unsur Perancangan Dalam Arsitektur Landscape, PT Bina
Aksara, Jakarta, 1987.
Iman Fajar, 2002, Pengembangan Kawasan Wisata Pemandian Ttirtomulyo,
Universitas Diponegoro.
Karyono Hari, A., Kepariwisataan, Grasindo, Jakarta, 1997.
Neufert, Erns, Data Architecture, Erlangga, Jakarta, 1991.
Purwodarminto, W.J.S., 1990, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Jakarta
Rogers, Walter, The Profesional Practise Of Landscape Architecture, ITP, New York,
1997.
Simon, J. Orsmsbee, Landscape Architecture, Mc Graw Hill Book Company, New
York, 1961.
Soekarjo, R. G., Anatomi Pariwisata : Memahami Pariwisata Sebagai Systemayic
Lingkage, Gramedia, Jakarta, 1997.
Simon, J. Orsmsbee, Landscape Architecture, Mc Graw Hill Book Company, New
York, 1961.
Wiwik, 15 April 2002, Majalah Cakra Wisata

Selengkapnya.....

PUSAT STUDI DAN PENGEMBANGAN KERAJINAN BATIK DI SURAKARTA

oleh: KURNIAWAN, AJI
Abstrak

Pusat Studi Dan Pengembangan Kerajinan Batik di Surakarta artinya
adalah: Fasilitas yang mewadahi kegiatan yang berhubungan dengan kain batik
serta meliputi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan proses pendidikan dan
cara pembuatan/pengembangan desain dan mode batik yang sekaligus sebagai
strategi pemasaran batik Surakarta.
Latar belakang direncanakannya Pusat Studi dan Pengembangan Kerajinan
Batik Di Surakarta ini adalah berdasarkan Strategi Kebijaksanaan Daerah PJP II
Pelita VI Surakarta, batik merupakan salah satu industri yang akan dikembangkan
menjadi industri penunjang perluasan pemasaran dan promosi kepariwisataan
daerah. Selain kebijaksanaan diatas dalam rencana induk Pengembangan
Kepariwisataan Kotamadya Surakarta disebutkan bahwa penentu luas pasaran
kepariwisataan adalah “product” yaitu bentuk fisik obyek wisata serta berbagai
macam barang-barang lain yang berupa cinderamata/souvenir lebih ditekankan
pada seni kerajinan rakyat di Surakarta, terutama seni kerajinan batik.
Kurangnya informasi yang diperoleh pengrajin/ pengusaha tentang kondisi
pasar baik dalam negeri ataupun luar negeri serta kurangnya promosi yang
dilakukan mengenai potensi industri batik di Indonesia khususnya di Surakarta.
Belum adanya suatu wadah yang khusus bertujuan untuk para pengrajin
batik berkomunikasi dan berinteraksi dalam rangka mengembangkan dan
melestarikan seni batik ini.
Dan belum semua industri batik yang ada di Surakarta mempunyai tempat
yang layak di pasaran, terutama industri-industri kecil yang masih mempunyai
lingkup pemasaran yang terbatas.
Dari potensi yang dimiliki Surakarta, maka Pusat Studi dan
Pengembangan Kerajinan Batik sangat tepat didirikan di Kota Surakarta dan
prospek kedepan diharapkan mampu mengatasi kendala-kendala yang ada untuk
perkembangan Kota Surakarta dan diharapkan dapat melestarikan dan
mengembangkan keberadaan seni kerajinan batik Surakarta.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik Kota Surakarta-Bapeda,2002, Surakarta Dalam Angka.
Budihardjo, 1989, Konservasi Lingkungan dan Bangunan Kuno Bersejarah di
Surakarta, Yogyakarta.
Didik Riyanto,1997, Proses Membatik, CV Aneka Solo, Solo.
Detikcom-Pabelan Pos, Ums.
Dirjen Agraria, Departemen Dalam Negeri, 1982.
Egan, David, 1983, Concept In Architectural Lighting, Mc Graw Hill, New York.
Hamzuri,1989, Batik Klasik, Djambatan, Jakarta.
Kotler, Philips, 1985, Dasar-dasar Pemasaran Edisi Kedua, North Western
University, CV Intermedia, Jakarta.
Kotler,Philips, 1992, Manajemen Pemasaran, Erlangga.
Mangunwijaya,1988, Pengantar Fisika Bangunan, Djambatan, Jakarta.
Mahmud, Syamsuddin, 1976, Dasar-dasar Ilmu Ekonomi dan Gerakan Koperasi,
PT Intermasa.
Poerbo, Hartono, 1992, Utilitas Bangunan, Djambatan, Jakarta.
Pabelan Pos, Realitas Seniman Batik Di Kota Solo.
RUTRK Kodya Dati II Surakarta, 1993-2013.
Setyaningsih, 2000, Batik Centre Di Surakarta, T.A UII, Yogyakarta.
Soekadijo, R.G, 1997, Anatomi Pariwisata, Gramedia.
Boutet, Terry. S, 1987, Controlling Air Movement, Mc Graw Hill, New York.
Widayati, Naniek, 2002, Pemukiman Pengusaha Batik Di Laweyan Surakarta, UI,
Jakarta.
www.batiksolo.com
www.google.com
www.rumahjoglo.com
Yandianto, 2000, Kamus Umum Bahasa Indonesia, M2S Bandung.
Yoeti, Oka. A, 1985, Pemasaran Pariwisata, Angkasa, Bandung.

Selengkapnya.....